OT Car Accessories - шаблон joomla Авто

Foto/

Kanan

MAP/

Offroader Palembang, Candra Dewana Jawara, Vincent “Membahana”

IOF Aceh -  Takengon - Offroader nasional asal Palembang, Candra Dewana menjadi jawara kelas Free For All/FFA Adventure Competition , atau kelas winch event Bhayangkara Offroad 2016, yang diadakan di  sirkuit buatan Pantan Terong, Takengon, Aceh Tengah,  yang berakhir Minggu (5/3) kemarin.

Candra mengalahkan rekan satu timnya, Andrew Vincent, yang harus rela tak naik podium akibat unit dengan engine V-8 nya mengalami trouble di SCS 3. Juara kedua direbut offroader tuan rumah, Bambang WK (Bembeng) dengan pasangan navigator Bambang Tuslan (Bembeng). Bembeng kuadrat ini juga menjadi the fastest di SCS 10, mengalahkan Vincent dan Candra, dengan catatan waktu 01.01.59 (satu menit, 1,59 detik). Sementara Vincent tipis di belakang Bembeng, 01.02.49, dan Candra satu detik di belakang Vincent. 

 Offroader asal Irlandia, Andrew Vincent membuat drama di SCS 3 sirkuit buatan Pantan Terong, Takengon, Minggu (5/3) lalu dalam event Bhayangkara Offroad 2016. (foto by : Gibransyah)

Offroader asal Irlandia, Andrew Vincent membuat drama di SCS 3 sirkuit buatan Pantan Terong,

Takengon, Minggu (5/3) lalu dalam event Bhayangkara Offroad 2016. (foto by : Gibransyah)

Offroader Kisaran, Fajar Syahputra, kali ini harus rela naik podium di peringkat tiga, karena unitnya bermasalah di SCS 10, hingga tak mampu menyelesaikan seluruh SCS. “Faktor luck sangat berpengaruh di laga offroad,” sebut Fajar. Ia datang bersama keponakannya, Faisal dari Asahan yang juga berlaga di kelas FFA, bersama timnya dari R3H ikut meramaikan Bhayangkara Offroad 2016 di Takengon. Di peringkat akhir direbut juga offroader tuan rumah, Iko GFC.

Walau tak menang, kehadiran “bule gila” Vincent dengan unit bermesin V-8 nya menjadikan event Bhayangkara Offroad 2016 sangat meriah. Raungan turbo dan semburan asap dari dua cerobong knalpot mobil  offroader asal Irlandia itu membuat penonton histeris. Kepungan debu tebal selalu mengikuti  setiap pembalap bertubuh bongsor ini melintas. 

Aksi Candra, sang jawara saat melintasi trek di SCS 9. (foto by Gibransyah

 

Sayang ia mengalami masalah mesin di SCS 3. “Fuel pump saya bermasalah,” ujarnya. Padahal Vincent sudah mendaftar untuk start. Bembeng yang antri di urutan berikutnya menyodok ke depan. Vincent menyerah dan rela dipotong 30 point nilai, akibat cancel start. Usai fuel pump dikerjakan para mekaniknya, Vincent lalu membuat “drama” tersendiri, ketika harus rela klontang (terbaring) di gate 4 , sebuah handicap miring ke kiri. Vincent salah ambil dan terbalik! “Ah, masih bodohnya aku ini,” ujarnya kesal . Meski mampu menyelesaikan SCS sampai finish, namun ia kehilangan banyak waktu dan merosot ke papan bawah klasemen.  “Kalau ada tahun depan undang saya lagi. Trimakasih atas penyambutan panitia, Takengon indah sekali,” ujarnya dengan bahasa Indonesia masih berlogat Ireland di hadapan Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan dan Ketua IOF Aceh, Fouzi Muhammad.

Dari awal, Vincent telah menyatakan datang untuk bersenang-senang, dan ingin melihat seluruh bagian wilayah negara Indonesia. Kedatangan dua offroader dari tim Senggugu Dezen Palembang ini memberi warna tersendiri. “Kita senang bisa berlaga dengan offroader berkelas nasional, bahkan internasional.  Ini langka diperoleh, apalagi treknya juga berkelas nasional,” sebut Teguh, offroader asal Banda Aceh. Bagaimana tidak, IOF Pengda Aceh mendatangkan master trek offroad nasional ke Takengon, Grefionk Kamil. Selamat..! 

by.MY

 

 

 

Last modified on Tuesday, 08 March 2016 18:46
Bawah Page