OT Car Accessories - шаблон joomla Авто

Foto/

MAP/

Jaring Pengaman Bagi Offroader, Sederhana Tapi 'Fatal'

IOF Aceh - Di Indonesia, kompetisi off-road berkembang dengan demikian pesatnya. Tak hanya off-road adventure pun demikian dengan speed off-road. Untuk menghindari resiko cedera fatal maka diterapkan berbagai regulasi keselamatan. Soal safety biasanya langsung merujuk pada penggunaan rollbar ataupun safety belt. Dua komponen ini memang wajib hukumnya hadir untuk melindungi pengemudi atau siapapun yang berada di dalam kendaraan tersebut saat terjadi sebuah insiden.

Contoh penggunaan Safety Window Net,mengurangi resiko tangan keluar dari mobil. Pentingnya mengutamakan perangkat keamanan balap

 

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, jip kompetisi berkembang menjadi lebih bertenaga dan kencang mesinnya dengan desain yang lebih ringkas. Perkembangan peranti safety pun mengekor di belakangnya. Salah satu contoh nyatanya adalah pemakaian window safety net.  Sebuah piranti berbentuk jaring yang dipasangkan pada bagian sisi luar dari posisi pengemudi ataupun co-driver.

Peranti yang konon pertama kali muncul dalam ajang balapan NASCAR di Amerika ini hadir untuk menjaga anggota badan supaya tidak keluar dari dalam kabin tatkala terjadi benturan ataupun kendaraan terbalik dan terguling. Biasanya pada kendaraan kompetisi pemakaian kaca jendela dihilangkan agar pecahan kaca tak melukai penumpang di dalamnya.

Ketika terjadi kecelakaan terlebih apabila kendaraan terguling-guling, orang yang berpengalaman akan memposisikan diri pada posisi tertentu agar anggota badannya tidak keluar dari badan kendaraan. Reflek yang paling sering terjadi adalah tangan yang berusaha memegang sesuatu. Nah, karena kaca jendela sudah dihilangkan tanpa sengaja tangan pun jadi keluar dari jendela jip. Tentu ini sangat berbahaya, sebab tangan bisa tergencet dan bisa patah ketika jip terguling. Ingat, korbannya sudah ada lo di Indonesia.

Bagi driver atau co-driver yang sudah punya jam terbang tinggi biasanya kedua tangan akan diusahakan tetap memegang stir ataupun mendekap dada. Ini untuk mencegah tangan bergerak liar mencari pegangan kemana-mana. Namun yang namanya musibah itu datang dalam berbagai cara, sehingga pembalap profesional tingkat dunia pun bisa saja lalai untuk melakukan posisi aman dalam waktu yang sangat singkat tersebut.  Makanya peranti window safety net sengaja dibuat untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut.   

“Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika sebuah kendaraan terjungkal dan kemudian terguling beberapa kali. Tangan dan anggota badan lain baik driver atau co-driver akan terpelanting ke sana ke mari,”tutur Diaz Opama salah seorang modifikator sekaligus pembalap speed yang merasa sangat berterimakasih akan hadirnya window safety net.

“Kondisi window safety net penting untuk dua sisi, baik itu driver maupun co-driver. Bisa saja justru co-driver lah yang merupakan orang yang paling riskan jika terjadi sesuatu yang buruk. Contohnya pada ajang speed off-road, di mana tangan co-driver ini sibuk memegangi pacenote sehingga reflek menempatkan posisi aman pun kadang tidak tercapai,” papar Endang Gunawan offroader asal Bekasi yang bernaung di bawah bendera Team Spring Hills Jakarta.

Window safety net bukanlah piranti hi tech dan kini mulai banyak produk yang ditawarkan pada konsumen, seperti buatan Simpson, RJS dan masih banyak lagi. Namun bagi yang membuatnya sendiri bisa mengunakan bahan tali webbing alias bahan tali pada bahan tas ransel dengan lebar 1 inci atau sekitar 2.5cm.

Mengingat makin banyaknya jip yang digunakan untuk off-road baik yang dipakai sekadar jalan-jalan atau kompetisi dengan desain ringkas tanpa penutup jendela. Tak ada salahnya peranti window safety net ditambahkan. Tapi perlu diingat window safety net tak hanya cukup kuat mencegah anggota badan keluar dari kabin tapi juga harus mudah dilepas. Agar proses evakuasi penumpang di dalamnya juga lebih mudah dan tidak menyusahkan.

Teks & Fotografi: Suryo Sudjatmiko

sumber:  jip.co.id

Last modified on Sunday, 14 February 2016 21:23
Bawah Page