OT Car Accessories - шаблон joomla Авто

Foto/

MAP/

Sempurnakan Suplai Listrik

BANDA ACEH – Kenderaan off-road adventure atau ekspedisi yang melewati trek berat dan perjalanan panjang wajib memiliki suplay listrik besar. Alasannya banyak perangkat yang digunakan membutuhkan daya listrik besar. 

Perangkat itu seperti winch, lampu sorot, inverter, hingga coolbox kerap ditemui dalam kenderaan off-road semacam ini. Semuanya menggunakan listrik yang dihasilkan alternator.

Di sisi lain, mobil adventure jarak jauh biasanya diuntungkan dengan mesin diesel. Sehingga kerap jadi favorit untuk kenderaan off-road ekspedisi. Selain tangguh dan tidak rewel, karakter tenaga mesin diesel juga cocok untuk adventure atau ekspedisi.


Masalahnya, mesin jenis ini biasanya dilengkapi pemasok listrik atau alternator yang kecil. Karena mesin diesel bekerja tanpa sistem pengapian seperti mesin bensin. Diesel menggunakan kompresi tinggi untuk meledakkan bahan bakarnya. Itulah sebabnya suplai lsitrik dari alternator diesel tidak besar.

Alteernator pada mesin diesel lawas (non common rail) memiliki blower vacuum. Salah satu fungsi blower ini untuk memompa vacuum pada boster rem. Tentunya jadi kendala, saat angin mengganti alternatorini dengan yang berkapasitas listrik lebih besar.

Sedangkan untuk mesin diesel yang sudah masuk era common-rail. “Ini lebih mudah untuk mengganti alternator.  Karena banyak pilihan alternator tanpa blower vacuum dengan ampere lebih besar,” jelas Atek, pemilik bengkel Galeri Alternator.

“Alternator mesin diesel yang ada blowernya, rata-rata tidak ada yang lebih besar dari 70 ampere, itu pun hanya dipakai pada beberapa mesin diesel seperti truk,” terang Supardy, pemilik bengkel alternator Angkasa Teknik.


Itu juga yang membuat aki pada diesel biasa menggunakan kapasitas Ampere-hour (Ah) yang besar. “Karena diesel butuh listrik besar saat dynamo starter menghidupkan mesin,”tambahnya.

“Pada mesin diesel Taft contohnya, alternator yang digunakan tidak lebih dari 50 ampere,” jelas Antek. Tentu ini tidak akan cukup saat harus menghidupkan beberapa perangkat yang disebutkan diawal. “Banyak menggunakan listrik, tapi suplai listriknya kurang, lama kelamaan aki akan tekor,” tambahnya.


Lalu bagaimana bila ingin suplai listrik besar?

“Sayangnya untuk menaikkan jumlah ampere pada alternator diesel cukup sulit,karena memang kapasitas awalnya kecil,”imbuh Supardy. Walaupun bisa mengubah gulungan rotor dengan menambahjumlah kumparan, tapi Supardy tidak menyarankan menaikkan kumparan hingga 100 persen. “Tingkat durabilitas alternator akan berkurang, tidak akan seawet bawaan pabrik,” tambahnya.

 

Solusi Kecil

Setelah berbincang panjang lebar dengan Atek  dan Supardy, solusi pun dapat. “Terpenting listrik yang diperlukan bisa digunakan maksimal, semua perangkat pun harus dihentikan. Tidak cumaalternator saja yang diganti lebih besar,” jelas Atek.

“Perhatikan juga suplai alternator, apa arus yang diberikan bisa maksimal saat baterai aki membutuhkan listrik lebih?” tambah Supardy.

Perbanyak juga tampungan listrik (baterai-aki). Pertama yang harus diperhatikan saat memilihaki kapasitas ampere-hour (Ah). “Paling tidak aki harus memiliki kapasitas diatas75 Ah,” terang Atek.

Utuk kenderaan off-road, Ah besar ini berfungsi  untuk memaksumalkan kerha inverter. “Jadi invertertetap berfungsi,walau harus menghidupkan alat berlistrik besar, seperti las listrik atau gerinda,” ulasnya.

Untuk winch, perhatikan ukuran Cold Cranking Amperes (CCA) atau Hot Cranking Amperes (HCA). “Motor winch membutuhkan arus listriyang cepat dan stabil, semakin banyak CCAatau HCA pada aki,  motor winch pun dapat bekerja secara maksimal,” Terangnya. 

Saran dari Atek, aki yang digunakan paling tidak memiliki cranking amperes lebih 800 CCA.

Memperbanyak tampungan listrik tentu menambah jumlah aki. Tidak heran kalau kenderaan oof-road paling tidak memiliki dua aki. “Tapi jangan memasang dua aki dijadikan satu atau dibuat seri. Karena bila alternator kecil, listrik yang diberikan pada dua aki malah tidak maksimal,” terang Supardy.

“Pada baterai isolator, ini akan membagi suplai listrik pada kedua aki lebih maksimal,” terang Atek. Dengan begini, kedua aki  akan mendapat suplai listrik yang benar. Listrik winch pun bisa mengambil dari salah satu yang tidak digunakan untuk bagian kelistrikan kenderaan. Sehingga kemungkinan tekor pada kedua aki akan minim.

 

Maksimal

Menurut Atek, untuk kenderaan off-road yang butuh suplai listrik banyak, harus menyemurnakan seluruh jalur listriknya. “Untuk alternator ampere kecil, harus minimalkan hambatan listri,” jelasnya.

Paling tidak menggunakan kabel minimal 30 mm NYAF. Semakin tebal kabel, tentunya hambatan arus listrik semakin kecil. “Untuk arus listrik besar seperti motor winch, paling tidak menggunakan kabel 50 mm NYAF. Pilih kabel yang ada isolatornya agar kuat menahan panas arus listrik,” terang Atek.


Untuk perangkat yang membutuhkan listrik paling besar, usahakan mengambil listrik yang paling dekat dengan alternator. Karena listrik yang dekat dengan alternator akan menerima suplai listrik pertama kalinya.

Pilihan kepala aki juga penting.  Tidak perlu pilih kepala aki yang aneh-aneh, cukup yang berbahan timah. “Selain bagus  menghantarkan listrik, kepala aki dari timah paling tahan terhadap korosi,” terang Atek.

 

Bahan timah juga fleksibel, sehingga bisa lebih rapat mengikat kepala aki.

Bawah Page